Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Romansa di Tanah Anarki

Gambar
Cinta, Luka, dan Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Lagu ini terdengar seperti puisi. Lembut namun getir. Liris namun menggigit. Lagu " Sunset di Tanah Anarki " bukan sekadar karya musik, tapi semacam doa di tengah reruntuhan peradaban, jeritan cinta di antara puing-puing keadilan sosial. Lagu ini membawa kita ke sebuah dunia; yang sebenarnya dunia kita juga; di mana perang tak harus berupa senapan dan darah, tapi bisa berbentuk penggusuran, PHK , utang yang menumpuk, akses kesehatan yang mahal, dan harga bahan pokok yang melambung. Di dunia itu, cinta bukan tentang bunga dan cokelat, tapi tentang bertahan hidup bersama-sama, meski sakit, meski lapar.   Kaum Marginal : Selalu di Tepi Dalam setiap narasi pembangunan, kaum marginal nyaris selalu absen dalam rencana. Mereka yang bekerja serabutan, mengais rezeki dari pagi buta hingga malam pekat, kini semakin terdesak. Harga kebutuhan naik, tapi upah tetap. Belum lagi harus bersaing dengan sistem digital yang menyera...

WFH Bukan Obat Demam : Tolak Kerja Saat Sakit

Gambar
  Pagi itu, sebuah percakapan sederhana terjadi antara seorang karyawan dan atasannya. Bukan dialog yang dramatis, tidak melibatkan bentakan atau tekanan yang vulgar. Justru berlangsung tenang. Tapi maknanya dalam sekali. Seorang anggota tim menelepon atasannya : “Mas, maaf... hari ini aku izin nggak ke kantor ya. Kayaknya aku demam dan agak pusing. Aku WFH aja ya, Mas. Nggak enak kalau maksain ngantor.” Atasannya menjawab : “NO. Saya nggak izinkan.” Karyawan itu sontak salah paham. Mengira bosnya tidak menerima alasan sakit dan menuntutnya tetap datang ke kantor. Tapi ternyata bukan itu maksudnya. “Maksud saya 'NO' karena saya nggak izinkan kamu WFH.” “Justru karena kamu SAKIT, makanya kamu harus ISTIRAHAT. WFH itu bukan opsi tengah-tengah antara sehat dan sakit. Kalau kamu demam, solusinya BUKAN WFH. Obat demam itu bukan laptop, bukan Zoom call, tapi minum obat, vitamin & istirahat.” Dialog ini bisa kita tutup dengan senyuman. Atasan yang memahami. Ka...

Membangun PT dan CV

  Berikut ini daftar lengkap perizinan dan dokumen yang perlu disiapkan untuk mendirikan pabrik furniture berbahan kayu, dibagi dalam dua bagian : A. Legalitas Badan Usaha 1. Pilihan Bentuk Usaha ·        PT (Perseroan Terbatas) – cocok untuk skala besar dan ekspor-impor. ·        CV (Commanditaire Vennootschap) – lebih sederhana, namun tidak bisa kegiatan ekspor-impor atas nama sendiri (biasanya pakai pihak ke-3 atau undername). 2. Persyaratan Mendirikan PT ·        Nama PT (pesan melalui AHU Online) ·        Akta Pendirian dari Notaris ·        SK Kemenkumham ·        NPWP Badan Usaha ·        NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS ·        KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai : ·   ...

Total Kunjungan :