Romansa di Tanah Anarki
Cinta, Luka, dan Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Lagu ini terdengar seperti puisi. Lembut namun getir. Liris namun menggigit. Lagu " Sunset di Tanah Anarki " bukan sekadar karya musik, tapi semacam doa di tengah reruntuhan peradaban, jeritan cinta di antara puing-puing keadilan sosial. Lagu ini membawa kita ke sebuah dunia; yang sebenarnya dunia kita juga; di mana perang tak harus berupa senapan dan darah, tapi bisa berbentuk penggusuran, PHK , utang yang menumpuk, akses kesehatan yang mahal, dan harga bahan pokok yang melambung. Di dunia itu, cinta bukan tentang bunga dan cokelat, tapi tentang bertahan hidup bersama-sama, meski sakit, meski lapar. Kaum Marginal : Selalu di Tepi Dalam setiap narasi pembangunan, kaum marginal nyaris selalu absen dalam rencana. Mereka yang bekerja serabutan, mengais rezeki dari pagi buta hingga malam pekat, kini semakin terdesak. Harga kebutuhan naik, tapi upah tetap. Belum lagi harus bersaing dengan sistem digital yang menyera...