Saat Migrain Mengingatkan : Hidup Aman Terus Itu Justru Berisiko
Pagi itu, ia bangun dengan kepala berdenyut hebat. Migrain menyerang tanpa aba-aba, seperti tamu tak diundang yang langsung duduk di ruang tamu dan menolak pergi. Tidak ada pilihan lain selain menyerah, membaringkan diri kembali, dan mengirim pesan izin karena tidak sanggup berangkat kerja. Di kamar kos yang sempit dan sunyi, tubuhnya terbaring lemas. Mata terpejam, tapi pikirannya tak bisa diam. Kenapa hari ini bisa begini? Bukankah tadi malam ia tidur cukup awal? Bukankah minggu ini terasa tidak terlalu berat? Namun kadang, justru di saat yang tampaknya tenang, tubuh memberikan peringatan. Dan ketika tubuh berhenti, batin mulai berbicara. Migrain dan Bisikan Sunyi Di tengah denyutan yang menusuk pelipis, muncul bisikan dari dalam; bukan suara siapa-siapa, tapi terasa sangat dekat. "Kamu terlalu lama bermain aman." Ia terdiam. Kalimat itu terasa tepat sasaran. Beberapa waktu terakhir, semua langkahnya diputuskan dengan satu pertimbangan utama : yang penting aman. Yang p...